Pelemahan Mata Uang Iran di Tengah Geopolitik Global
Mata uang Iran menjadi sorotan global seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik dan dampak kebijakan ekonomi internasional. Langkah-langkah tegas, seperti pemberlakuan tarif oleh Amerika Serikat terhadap negara-negara yang berbisnis dengan Iran, telah memberikan tekanan signifikan pada perekonomian Iran. Kondisi ini turut memicu pelemahan nilai tukar mata uang nasional, rial, yang sempat mencapai titik terendah terhadap euro.
Rial vs. Toman: Dua Nama untuk Nilai yang Sama?
Meskipun rial secara hukum adalah mata uang resmi Iran, istilah 'toman' lebih sering digunakan dalam transaksi sehari-hari di pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan. Fenomena ini muncul akibat inflasi yang sangat tinggi, membuat masyarakat menggunakan toman untuk menyederhanakan penyebutan harga dan menghindari penggunaan angka yang terlalu besar.
- Rial: Mata Uang Resmi
Secara administratif dan hukum, rial (dengan kode internasional IRR) merupakan mata uang resmi Iran. Seluruh aktivitas perbankan, dokumen pemerintah, dan pencantuman harga di toko-toko modern menggunakan satuan rial. - Toman: Unit Transaksi Sehari-hari
Dalam percakapan jual beli, masyarakat Iran lebih familiar dengan sebutan toman. Satu toman setara dengan 10.000 rial, atau dapat dipahami sebagai rial yang angka nolnya dipangkas empat. Contohnya, jika sebuah barang dihargai 60.000 toman, maka nilai sebenarnya adalah 600.000 rial. Perbedaan penyebutan ini seringkali membingungkan wisatawan asing.
Redenominasi untuk Simplifikasi
Untuk mengatasi kebingungan dan menyederhanakan sistem keuangan, Bank Sentral Iran (Central Bank of Iran/CBI) memulai kebijakan redenominasi sejak tahun 2020, yang akan diterapkan secara bertahap hingga tahun 2026. Kebijakan ini secara resmi akan mengganti rial menjadi toman versi baru, dengan memangkas empat angka nol. Dengan demikian, 10.000 rial lama akan setara dengan 1 toman baru. Mata uang baru ini juga akan dibagi lagi menjadi pecahan yang lebih kecil bernama qiran, di mana satu toman terdiri atas 100 qiran. Selama masa transisi, uang kertas lama dan baru akan beredar bersamaan.
Faktor-faktor Penyebab Pelemahan Mata Uang Iran
Pelemahan mata uang Iran disebabkan oleh beberapa faktor utama:
- Sanksi Ekonomi Internasional: Sanksi yang telah berlangsung bertahun-tahun menjadi tekanan besar terhadap stabilitas nilai tukar.
- Situasi Geopolitik: Ketegangan politik di kawasan Timur Tengah secara signifikan memengaruhi kepercayaan pasar dan menekan nilai rial.
- Pembatasan Ekspor Minyak: Terbatasnya akses ke sistem perbankan global dan pembatasan ekspor minyak menyebabkan penurunan devisa negara.
- Inflasi Tinggi: Tingkat inflasi domestik yang tinggi secara berkelanjutan mengikis daya beli masyarakat dan memperlemah posisi mata uang.
Source: Original Article